Selasa, 20 Juli 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
~Sar chaiank Ness~
MASIVers Community Biografi
Masivers CommunitySebuah wadah tempat berkumpulnya para masivers ( fans d’Masiv band ) untuk menuangkan rasa kecintaannya kepada band idolanya, tidak hanya itu saja, para masivers juga melakukan kegiatan kreativitas dalam bakat serta hoby mereka. Masivers community sudah beranggotakan kurang lebih 49.000 orang di Indonesia.
Masivers community telah diresmikan langsung oleh d’Masiv diareal Blok.m plaza tanggal 29 june 2008, untuk wilayah JaBodetabek anggotanya kurang lebih 9000 orang masivers, masivers Bandung, masivers Tasik, masivers Cilegon , Jambi, Medan, Makasar, Cirebon, Jogja, Solo, Bali, Balikpapan, Samarinda, Sengkang, Papua, Maluku, Palembang, Aceh, Lampung, Riau, Pekanbaru, Bengkulu, Padang, Serang, Gresik, Malang, Foto Bareng Sewaktu EventBanjarmasin, Magelang, Surabaya, Situbondo, Pekanbaru, Pekalongan, jember, Palangkaraya, Pati, Sukabumi, Duma, Trenggalek, Batam, Manado, Kendari, Sumenep, Sala-3, Jombang , Sumedang, Tuban, Pasuruan, Tulung agung, kediri, Gorontalo, Kudus, Bojonegoro dan lainya adalah bagian dari dalam keanggotaan masivers Indonesia community , dan dapat diperkirakan keanggotaan masivers dari kaum pelajar smp 40%, pelajar sma 30%, mahasisswa 20% dan masyarakat umum 10%.
Didalam kegiatan Masivers Community , baik jangka pendek ataupun jangka panjang pasti pihak komunitas selalu melibatkan para masivers dari semua kalangan, tentunya diluar jam belajar mereka disekolah/ dikampus mereka.Kegiatan sosial, Kumpul Bareng dan kegiatan-kegiatan positif lainya yang membangun dan berguna bagi semua pihak. Setiap kali d’masiv melakukan performance diwilayah masing-masing maka masivers didaerah itu akan selalu hadir untuk mendukung band idolanya.
Masivers Community selalu terbuka untuk siapa saja yang siap bergabung dalam komunitas ini, selama itu berguna bagi mereka yang mau bergabung dan berguna bagi pihak komunitas dan d’Masiv band.
d’Masiv di hati
d’Masiv dinanti
Masivers Sampai Mati
( itulah selogan Masivers ) salam 5 Jari
Untuk kalian yang mau bergabung dan mendaftar sebagai anggota dari Masivers Community ( Fans Club d'Masiv ) mudah caranya , kalian hanya mengikuti persyaratan berikut ini :
1. Memiliki Uniform Original Masivers Rp. 80.000 ( Plus ID )
2. Mengisi formulir yang bisa di download di website ini ( Menu Pendaftaran diatas )
3. Uniform Bisa dipesan di basecamp pusat atau koordinator daerah masing-masing
Kalian juga bisa mendaftar ke basecamp pusat atau di stand pendaftaran sewaktu event d'Masiv
untuk informasi lebih lengkap bisa SMS ke nomor Crew Pusat di bawah ini
Contact Person Crew Pusat :
* Untuk Pemesanan /Pendaftaran JABODETABEK
Crew Acoy.....0856.9313.5494
Crew Rio .......0856.9521.0004
Crew Andri.....0856.9489.3703
* Untuk Pemesanan /Pendaftaran Luar Jakarta Atau Daerah
Crew Ima .......0856.139.1068
Keterangan : Contact diatas Untuk SMS hotline saja
Alamat Basecamp Pusat
Ciledug Raya . Jl. Prof Dr. Hamka ( Caplin ) Gg. Bhakti 2 No. 22 Rt.003/011 Gaga Larangan Ciledug Tangerang 15154
Konsep perubahan menjadi imej yang hendak digelontorkan oleh limasosok cerdas bersahaja yang tergabung dalam band d’Masiv. Bagi d’Masiv berbagai tingkatan peristiwa telah membawa nasib terang mereka pada sebuah titik kulminasi perubahan yang akhirnya membawa mereka menyandang predikat berkelas, sebagai juara perdana A Mild Live Wanted 2007. Selain mengubah nama Massive menjadi d’Masiv yang pula mengubah segala imej fashion yang melekat dalam diri mereka, predikat juara menghantarkan band asal Jakarta ini berhak untuk mendapatkan sebuah kontrak ekslusif full album lewat label lokal bersinar di tanah air, Musica Studio's. Sebuah album baru berisi materi-materi paling segar dan dinamis dari mereka berhasil digodok secara saksama dan intensif dengan Noey sebagai produser utama. Tangan dingin Noey yang dibantu oleh tandem setia Capung yang sebelumnya terbukti nyata berhasil memperkaya ragam eksplorasi musikal produksi album Peterpan, Nidji, dan Letto diharapkan akan membawa hasil yang sama untuk finishing album d’Masiv yang bertajuk Perubahan. Perubahan dari segala dinamika dan konsep membuat judul albumnya terasa penuh makna.
Nama d’Masiv sendiri bukan nama asing, sebelumnya mereka ikut memeriahkan single perdana "Negeriku" bersama 8 finalis yang masuk dalam A MiSaat Menang Mild Live Wantedld Live Wanted 2007 dan kemudian juga melempar single "Tak Bisa Hidup Tanpamu" serta "Il Fil (manusia Tak Berharga)" yang banyak diminati banyak penikmat dan penyuka musik tanah air.Bagi vokalis Rian, Gitaris Kiki dan Rama, Bassis Ray serta Drummer Why di album perdana full mereka dibawah bendera Musica Studio's ini mereka akan mempercayakan pada single megah bartajuk "Cinta Ini Membunuhku." Akselerasi yang dibangun oleh duet gitar Kiki dan Rama berhasil dipadukan dengan bagusnya oleh permainan ritmis bas Ray serta ketukan pondasi yang mengalun syahdu dari Why. Semua itu ditambah oleh vokal Rian yang menyita perhatian, dimulai dari tarikan vokalnya dengan lirik yang cukup berani, "Kau membuatku berantakan…kau membuatku tak karuan…kau membuat ku tak berdaya…kau menolakku acuhkan diriku…" Kata "Berantakan" dipilih untuk menggambarkan kondisi hati yang tak karuan saat dilanda asmaratak terbalas menjadi pilihan diksi yang baru untuk wilayah penulisan musik pop di tanah air.
Acara Rising StarMakin mengukuhkan posisi d’Masiv jika kita menyimak secara seksama lagu "Merindukanmu." Komposisi yang ditatah sedemikan rupa membuat alur konstruksi kemasan nada yang teranyam indah bagai sebentuk permadani penyejuk hati ini dipastikan akan menjadi anthem terbaru bagi mereka yang dilanda hentakan asmarayang menggelora. Vokal magis Ryan berhasil mengukuhkan cita dan cipta yang maksimal di lagu ini.
Serasa makin genap posisi mereka di jagat musik tanah air saat "Di Antara Kalian" tersimak lugas. Lagu dengan tekstur medium pop-rock ballads ini secara gemilang tampil dengan intro mengalun lembut. Tak dipungkiri kembali vokal dari Rian yang menjadi sihir yang memukau dan melenakan dan menjadi karakter utama d’Masiv. Lirik lagu "Lupakan Aku, kembali padanya, Aku bukan siapa-siapa untukmu. Ku cintaimu tak berarti bahwa, ku harus memiliki mu selamanya…" dipastikan akan menjadi lagu favorit terbaru pencinta musik pop tanah air.
Gitaris Rama dan Kiki berhasil membuat lead guitar yang indah menawan serta bangun konstruksi yang dipatenkan bassis Ray serta drummer Why dalam setiap komposisi lagu menghantarkan cita rasa dan tataran konsep musikal dPlatinum Di Album Perubahan’Masiv terarah dengan baik dan aman. Simak bagaimana padu padan itu tergambar jelas dalam komposisi "Cinta Sampai Di Sini" yang berhasil menuntun lagu ini menjadi sebuah mars pop cinta termutakhir.
Tak hanya mengemas lagu-lagu yang bernuansa pop ballads, d’Masiv pula piawai dalam membuat dentum musikal pop rock yang enerjik dan menghentak dinamis. Itu tersirat jelas dalam "Diam Tanpa Kata" yang membuktikan kedigdayaan mereka dalam bermain musik dengan skill yang memikat. Jika sebelumnya komposisi "Il Fil (Manusia Tak Berharga)" menjadi pembuktian akan keahlian mereka dalam menguasai instrumen masing-masing, maka lagu "Diam Tanpa Kata" makin mengukuhkan posisi d’Masiv sebagai band yang tak hanya cerdas membuahkan hasil berupa lagu pop ballads.
Segala konsep perubahan dan bekal dari lagu-lagu yang membius kalbu telah menjadi modal signifikan bagi d’Masiv untuk turut meramaikan habitat musik pop di tanah air yang makin tumbuh berkembang dengan muka-muka baru. Kehadiran d’Masiv diharapkan membawa perubahan pada sebuah musik yang lahir dari sebuah festival. Bahwasanya juara sebuah festival bisa ikut bersaing dan bersanding dengan band sejenis dengan lagu dan album bagus dan berkualitas.
Dan bagi d’Masiv album Perubahan ini menjadi segunung bukti, bahwa mereka mampu dan siap untuk berubah menjadi band bersinar di kemudian hari.
d’Masiv
Special Edition
Percayalah, telinga kita masih butuh kepuasan lebih dari sekedar 30-60 detik. Mata kita perlu menangkap cerita. Dan untuk hati, kita perlu berdoa tak hanya di bulan suci.Album Special Edition
Band ini memang perlu perhatian khusus. Saat yang lain berlomba ngurusin dan mencoba menikmati geliat ringback tone yang sedang booming, d’Masiv memberi penawaran yang berbeda. 5 orang yaitu Rian Ekky Pradipta (vokal), Dwiki Aditya Marsall (gitar), Nurul Damar Ramadhan (gitar), Rayyi Kurniawan Iskandar Dinata (bass), dan Wahyu Piadji (drum) ini tetap berusaha membuat orang mendengarkan kualitas rekaman terbaik dalam kepingan CD. Mencoba membuat orang tetap menghargai keseluruhan lagu yang mereka ciptakan dalam harmoni. Bukan hanya 30 – 60 detik saja. Kali ini yang mereka tawarkan adalah sebuah Special Edition yang akan memuaskan penikmat musik dalam bentuk audio dan visual. Special Edition ini berisi dua buah lagu yang akan dikemas dalam format audio cd, video klip dan versi karaoke. Jadi yang beli album ini selain terpuaskan indera pendengaran dan penglihatannya, akan bisa juga melatih kemampuan vokal mereka. Dua lagu yang ada di album ini adalah Jangan Menyerah dan Mohon Ampun.
Dua lagu dalam mini album ini memang punya isi ketuhanan yang dalam. Walaupun dua lagu ini bukanlah diciptakan dalam rangka menyambut bulan ramadhan. Jangan Menyerah dan Mohon Ampun murni tercipta disaat d’Masiv memang sedang berbicara dengan hati. Berdebat dengan keadaan yang mereka rasakan, dan melihat yang terjadi di depan mata sendiri.
Jangan Menyerah, yang sudah lebih dulu akrab di telinga kita, adalah sebuah lagu yang terinspirasi dari anak-anak penderita Kanker. Lagu yang tercipta hanya 5 menit sepulangnya Rian dari menghibur anak-anak penderita Kanker dalam acara amal bersama Yayasan Dharmais. Tanpa mereka berlima sadari, ternyata lagu ini bukan hanya menginspirasi para penderitakanker untuk tetap tegar menghadapi cobaan.Tapi lagu ini juga memberi semangat kepada semua orang untuk berbuat lebihbaik. Termasuk mereka berlima yang beberapa waktu lalu dihujani berbagai tuduhan soal karya musik mereka. Dan juga cobaan – cobaan besar dalam karir bermusik mereka.
Mohon Ampun, lagu ini diakui Rian sudah tercipta beberapa tahun yang lalu. Saat mereka sedang berada dalam kekalutan. Merasa penuh dengan kesalahan dan dosa. Begitu dalamnya lagu ini membuat Rian menitikan air mata sewaktu proses rekaman. Malah bukan hanya sekali, tapi dua kali. Karena lagu ini memang selalu membuatnya teringat pada saat dia benar-benar berbicara dengan sang pencipta.
Sekali lagi perlu diingat, album ini bukanlah album religi. Lagu-lagu mereka memang penuh dengan doa. Tapi lagu-lagu mereka jua merupakan cerita dan penyemangat hidup sehari-hari. Tak akan ditemui para personel D’Masiv ini mendadak membalut kepanya dengan sorban divideo klip mereka. Bahkan sampai sekarang ini, D’Masiv belum terpikir untuk merekam sebuah album khusus religi. Lagipula berdoa itu tidak hanya dilakukan hanya di bulan suci. Jadi, daripada berdebat soal religi mending kita nikmati karya-karya mereka. Lewat lagu dan video klipnya. Dan juga mari mendendangkan doa bersama-sama setiap saat lewat versi karaokenya.
Salam spesial
0 komentar:
Posting Komentar